Rabu, 20 April 2011

KEBUDAYAAN MENAIKI GERBONG KERETA WANITA (GKW) PADA KRL EKONOMI AC DAN PENILAIAN TINGKAT KEPUASAN DAN KEPENTINGANNYA

Tulisan ini adalah tugas PKM-AI (Program Kreatifitas Mahasiswa-Artikel Ilmiah) yang saya ikuti bersama rekan-rekan saya dan kali ini akan saya ajukan untuk salah satu tugas pada mata kuliah Ilmu Budaya Dasar.


ABSTRAK

Pada tahun 2010, PT. KAI Commuter Indonesia (anak perusahaan  PT.KAI yang menjalankan KRL Jabodetabek) meluncurkan Gerbong Kereta Wanita di KRL Ekonomi AC yang telah beroperasi sebelumnya. Tujuan penelitian  ini adalah menilai tingkat kepuasan dan kepentingan Gerbong Kereta Wanita (GKW) pada KRL Ekonomi AC. Penelitian dilakukan dengan metode survey. Kenyamanan dan Keamanan merupakan atribut yang dinilai dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum responden merasa puas terhadap layanan kenyamanan dan keamanan. Bahkan penilaian terhadap kepuasan tersebut melampaui penilaian terhadap tingkat kepentingannya.

Kata Kunci: Gerbong Kereta Wanita, Kepuasan, Kepentingan.



PENDAHULUAN


Latar Belakang


Transportasi merupakan sektor penting sebagai penunjang pembangunan (the promoting sector) dan pemberi jasa (the servicing sector) bagi perkembangan ekonomi. Peranan transportasi tidak hanya untuk melancarkan arus barang dan mobilitas manusia namun juga membantu tercapainya pengalokasian sumber-sumber ekonomi secara optimal.
Bagi kota metropolitan seperti Jakarta, transportasi darat menjadi suatu permasalahan tersendiri. Kendala seperti perkembangan jumlah penduduk yang sangat cepat (data dari Kompas 29 Januari 2011 menyatakan bahwa jumlah penduduk Jakarta berkisar 9,6 juta dan diperkirakan bertambah 140 ribu orang per tahun), keterbatasan jumlah jalan dengan kondisi infrastruktur yang seringkali tidak memadai dan peningkatan jumlah kendaraan, khususnya kendaraan pribadi (data dari Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya mencatat bahwa tahun 2010 terdapat lebih kurang 11,7 juta unit kendaraan motor dengan 9 juta diantaranya adalah motor), menjadikan transportasi angkutan massal seperti kereta api suatu alternatif penyelesaian permasalahan di atas.
Sejarah perkeretaapian Indonesia telah ada jauh sebelum kemerdekaan Indonesia tahun 1945. Jalur perkeretapian yang menghubungkan Jakarta dengan kota-kota penyangganya, seperti Bogor, Tanggerang dan Bekasi, juga memiliki sejarah yang cukup panjang. Saat ini perkeretaapian Indonesia berada di bawah pengelolaan PT. Kereta Api Indonesia (Persero). Khusus untuk jalur  kereta api wilayah Jabodetabek pada awalnya ditangani oleh Divisi Angkutan Perkotaan Jabotabek, yang kemudian melalui Inpres no. 5 tahun 2008 serta Surat Meneg BUMN no. S-653/MBU/2008 tanggal 12 Agustus 2008, diubah bentuknya menjadi anak perusahaan di lingkungan PT.Kereta Api (Persero) dengan nama  PT.KAI Commuter Jabodetabek dan mendapatkan izin usaha No. KP 51 Tahun 2009 dan izin operasi penyelenggara sarana perkeretaapian No. KP 53 Tahun 2009 yang semuanya dikeluarkan oleh Menteri Perhubungan Republik Indonesia. Pembentukan anak perusahaan ini berawal dari keinginan para stakeholdernya untuk lebih fokus dalam memberikan pelayanan yang berkualitas dan menjadi bagian dari solusi permasalahan transportasi perkotaan yang semakin kompleks. Tugas pokok perusahaan ini adalah menyelenggarakan pengusahaan pelayanan jasa angkutan kereta api komuter (untuk selanjutnya disebut ”Commuter”) dengan menggunakan sarana Kereta Rel Listrik di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang (Serpong) dan Bekasi (Jabodetabek) serta pengusahaan di bidang usaha non angkutan penumpang. KRL yang melayani jalur ini terdiri dari tiga kelas, yaitu kelas ekonomi, kelas ekonomi AC, dan kelas ekspres yang menggunakan pendingin udara.
Menurut Rachmadi, Direktur Teknik Mass Rapid Transit (MRT) dalam diskusi “Masa Depan Angkutan Kereta Api” (Rachmadi, 2009, http://megapolitan.kompas.com), sebagai angkutan massal, kereta api memiliki lima keunggulan yaitu: hemat penggunaan ruang, tingkat keselamatan tinggi, tidak macet, hemat energi, dan ramah lingkungan. Sedangkan kelemahannya adalah: biaya investasinya besar, kurang fleksibel sehingga harus terhubung dengan jenis transportasi lain, dan pengelolaan yang masih perlu ditingkatkan.
Suatu studi tahun 2003 (Rachmadi,2009, http://megapolitan.kompas.com/) mengatakan bahwa kereta api di Indonesia merupakan transportasi massal yang tidak aman dan tidak nyaman. Khusus untuk KRL Bogor-Jakarta, saat ini rata-rata mengangkut sebanyak 500 ribu penumpang. Para penumpang itu terbagi ke dalam 436 keberangkatan kereta, namun karena sebagian kereta api masuk dipo untuk perbaikan akibatnya jumlah keberangkatan kereta api menjadi berkurang yang berpengaruh pada kapasitas angkut. Melihat situasi demikian, PT KAI Commuter Jabodetabek mencanangkan beberapa program prioritas sampai tahun 2013 (Bambang Adi Pratikno, Direktur Teknik PT Commuter Jabodetabek,2009, http://megapolitan.kompas.com/). Program tersebut diantaranya : penambahan KRL AC, penambahan daya gardu listrik, penerapan e-ticketing, melakukan renovasi dan sterilisasi stasiun, memanjangkan dan meninggikan peron, memperbaiki akses masuk ke stasiun, dan melakukan kerjasama dengan moda transportasi lain.
Salah satu produk layanan PT KAI Commuter Jabodetabek adalah KRL Ekonomi ber-AC yang dijalankan pada rute Bogor - Jakarta Kota dan sebagian untuk rute Bogor - Tanah Abang. Kereta ini merupakan rangkaian kereta hibah dari Jepang. Fasilitas yang ada di KRL Ekonomi-AC secara umum sama dengan KRL Ekspress, yaitu berpendingin udara (kipas angin atau AC), pintu kereta yang selalu tertutup, tempat duduk busa yang representif, tiang atau pegangan tangan untuk penumpan berdiri, lampu/penerangan dalam gerbong, alat pemadam api, petugas keamanan dan pedangan asongan yang tidak boleh masuk ke gerbong tersebut. Perbedaannya adalah kereta api ini berhenti pada setiap stasiun kecuali stasiun Gambir. Untuk mencapai Stasiun Jakarta Kota, kereta ini perlu memakan waktu sekitar 80-100 menit. Untuk fasilitas tersebut harga karcis yang dikenakan kepada penumpang lebih murah sedikit dibandingkan kereta api ekspress. Saat ini jumlah perjalanan KRL Ekonomi AC dari Bogor ke Jakarta berjumlah 20 keberangkatan (belum termasuk perjalanan pulang Jakarta Bogor, dan perjalanan pergi-pulang dari stasiun lain seperti Bojong Gede, Depok maupun KRL pergi pulang Bogor-Tanah Abang). Pada waktu-waktu tertentu seperti pagi hari atau sore hari, KRL Ekonomi AC seringkali padat dengan penumpang dan tidak ubahnya KRL ekonomi biasa. Hal ini dikarenakan bersamaan waktu keberangkatan atau pulang bekerja para penumpang yang menggunakan jasa KRL Ekonomi AC dan berdomisili di sekitar Jakarta. Dalam keadaan penuh sesak yang demikian, tidak jarang terjadi tindak kejahatan seperti pencopetan maupun pelecehan sexual.
Salah satu upaya dari PT. KAI Commuter Jabodetabek untuk meminimalisir tindak kejahatan di KRL Ekonomi AC adalah dengan meluncurkan Gerbong Kereta Wanita (GKW) yang diluncurkan  tanggal 19 Agustus 2010. aranProgram ini dimaksudkan untuk memberikan tempat khusus penumpang wanita dan anak-anak di bawah 10 tahun, sehingga tidak bercampur dengan penumpang pria. Secara umum fasilitas gerbong ini sama dengan gerbong lain di KRL Ekonomi AC. Yang membedakannya adalah : posisi gerbong tersebut terletak pada setiap ujung rangkaian kereta api, pada sisi luar gerbong diberi tanda berbentuk stiker dengan warna merah muda yang menandai Gerbong Kereta Wanita (GKW) dan di bagian dalam gerbong gerbong wanita terdapat flyer merah muda bergambar ilustrasi perempuan dan bunga-bunga. Selain itu di peron setiap stasiun terdapat papan petunjuk tempat tunggu Gerbong Kereta Wanita (GKW) dengan bagian lantai yang diberi cat merah muda. Walaupun GKW sejauh ini menjadi alternatif pilihan terbaik bagi penumpang wanita, namun tidak menutup kemungkinan penumpang wanita dapat pula naik di gerbong umum bercampur dengan pria karena keadaan GKW yang sudah padat atau menumpang kereta api bersama pasangan pria.
Berangkat dari latar belakang yang telah dikemukakan di atas penulis merumuskan masalah penelitian untuk melihat seberapa besar penilaian tingkat kepuasan dan kepentingan Gerbong Kereta Wanita (GKW) menurut persepsi penumpang wanita pada KRL Ekonomi AC.  Dari rumusan masalah tersebut, penulis mengambil judul penelitian “Penilaian Tingkat Kepuasan dan Kepentingan Gerbong Kereta Wanita (GKW) pada KRL Ekonomi AC”.



TUJUAN


Penelitian  ini bertujuan untuk menilai tingkat kepuasan dan kepentingan Gerbong Kereta Wanita (GKW) pada KRL Ekonomi AC. Diharapkan hasil penelitian ini dapat memberikan masukan dan solusi bagi PT. KAI Commuter Jabodetabek untuk perbaikan dan peningkatan pelayanan KRL Ekonomi AC di masa mendatang sehingga secara umum memberikan  nyaman dan aman khususnya bagi penumpang wanita.



METODE PENELITIAN


            Metode penelitian yang dilakukan dalam penelitian ini adalah metode survey, yaitu dengan menyebarkan kuesioner dan mengolahnya. Secara umum metode penelitian yang dilakukan dapat dilihat pada gambar 1 berikut :






















































 




Gambar 1. Blok Diagram Metode Penelitian

            Tahap pertama adalah penyusunan instrumen penelitian, yaitu berupa kuesioner. Kuesioner dibagi ke dalam dua bagian. Bagian pertama, berisi profil atau informasi umum responden, dan bagian kedua berisi pertanyaan-pertanyaan yang terkait dengan atribut Kenyamanan dan Keamanan. Pada bagian pertama responden diminta mengisikan data usia, pekerjaan, pendidikan akhir, alasan memilih kereta ekonomi AC, Seberapa sering menggunakan kereta ekonomi AC, kapan menggunakan kereta ekonomi AC, apakah selalu pilih gerbong kereta wanita (GKW), apa alasan memilih GKW, apa alasan tidak memilih GKW. Pada bagian kedua, sejumlah pertanyaan disusun dalam bentuk skala likert untuk mendapatkan penilaian responden terkait kepuasaan terhadap atribut yang ditanyakan (Tidak Setuju(1), Kurang Setuju(2), Setuju(3), Sangat Setuju(4)) dan tingkat kepentingan (Tidak Penting (1), Kurang Penting(2), Penting(3) dan Sangat Penting(4). Atribut yang ditanyakan kepada responden secara umum terdiri dari 2 atribut, yaitu Kenyamanan dan Keamanan. Kenyamanan terdiri dari 8 elemen, yang meliputi : tempat duduk yang representatif (duduk), sirkulasi udara (udara), posisi berdiri yang cukup nyaman (berdiri) , informasi di setiap stasiun pemberhentian (informasi), kebersihan gerbong yang selalu terjaga (kebersihan), pedagang asongan (asongan), jendela atau kaca yang tidak dapat dibuka membuat para penumpang merasa nyaman (jendela), penutup kaca (gorden). Sedangakan untuk Keamanan terdiri dari 5 elemen, yang meliputi : pintu kereta yang selalu tertutup (pintu), penerangan di dalam gerbong (penerangan), tindak kejahatan (kejahatan), petugas kereta api (petugas), alat pemadam kebakaran (pemadam). Nilai akhir untuk faktor kepuasaan dibagi menjadi 3 bagian, yaitu kategori Tidak Puas (1-2), Puas(>2 – 3) dan Sangat Puas (>3-4). Sedangkan nilai akhir untuk faktor kepentingan dibagi menjadi 3 bagian, yaitu kategori Tidak Penting (1-2), Penting (>2-3) dan Sangat Penting (>3-4)
            Kuesioner tersebut selanjutnya disebarkan ke sejumlah responden, KRL Ekonomi AC Bogor-Jakarta Kota (atau sebaliknya). Penyebaran kuisioner kami lakukan waktu pagi hari sekitar jam 09.00, dimana pada saat itu begitu banyak sekali para pelajar atau mahasiswa yang sedang berangkat ke tempat kuliahnya masing-,masing. Pengambilan sampel penumpang KRL dilakukan dengan cara purposive sampling atau pemilihan secara sengaja dengan pertimbangan responden sebagai pengguna KRL Ekonomi AC. Responden  yang dimaksud adalah penumpang wanita dengan profesi sebagai pelajar, mahasiswa dan karyawan yang terlibat langsung sebagai pengguna KRL  serta merasakan sendiri pemanfaatannya. Kuesioner yang telah diisi selanjutnya dikumpulkan. Hanya kuesioner dengan jawaban lengkap yang akan diproses selanjutnya. Data diolah dengan memasukan hasil jawaban responden ke dalam perangkat lunak spreadsheet. Analisis profil responden dilakukan dengan pendeskripsian responden secara umum. Analisis kepuasan penumpang GWK dihitung dengan mencari rata-rata baik pada setiap elemen pada setiap atribut maupun rata-rata atribut secara keseluruhan, baik untuk atribut Kenyamanan maupun Keamanan. Hal yang sama dilakukan untuk jawaban responden terhadap tingkat kepentingan. Hasil rata-rata atribut kepuasan kemudian di rangking dan dibandingkan dengan rata-rata penilaian terhadap tingkat kepentingan. Keseluruhan hasil disajikan dalam bentuk diagram batang sehingga terlihat lebih jelas. Dari hasil tersebut akan diperoleh kesimpulan atribut mana yang dirasakan telah cukup oleh sebagian besar penumpang dan atribut mana yang masih perlu ditingkatkan lagi sebagai masukan bagi PT. KAI Commuter Jabodetabek.



HASIL DAN PEMBAHASAN


            Kuesioner disebarkan kepada 250 orang. Namun hanya terdapat 240 data valid dan siap untuk diproses. Responden adalah penumpang KRL Ekonomi AC yang memanfaatkan langsung fasilitas perkeretaapian. Gambar 1 memuat profil responden berdasarkan status pengguna kereta ekonomi AC yang dapat dikelompokkan ke dalam empat kategori yaitu pelajar/mahasiswa, PNS, karyawati dan wiraswasta.

                               Sumber: Data diolah 2011.

Gambar 1. Profil Responden

            Dilihat dari alasan mengapa reponden memilih KRL Ekonomi-AC, ternyata rata-rata responden dari setiap kategori sepakat bahwa KRL Ekonomi-AC lebih nyaman dibandingkan dengan KRL ekonomi biasa (Tabel 1). Sekitar 27% responden PNS sepakat memilih KRL Ekonomi AC karena keberangkatannya relatif tepat waktu dibanding KRL ekonomi biasa.
           
            Tabel 1. Prosentase Pemilihan Alasan Memilih KRL Ekonomi AC
                          Berdasarkan Status Responden
Alasan
Status
Pelajar/Mahasiswa (%)
PNS (%)
Karyawati (%)
Wiraswasta (%)
Waktu keberangkatan sesuai kebutuhan
18%
15%
17%
12%
Tepat waktu
18%
27%
16%
19%
Harga Terjangkau
18. %
17%
29%
28%
Nyaman
46. %
41%
38%
40%
Seluruh Responden (%)
100%
100%
100%
100%
Sumber: Data diolah 2011.

            Dilihat dari frekuensi penggunaan KRL Ekonomi AC, rata-rata responden menjawab kadang-kadang. Hal ini dikarenakan frekuensi jadwal KRL Ekonomi AC yang masih terbatas, sehingga seringkali tidak cocok dengan kebutuhan responden dan membuat responden memilih jenis KRL lain (ekonomi atau ekspress). Gambar 2 menggambarkan frekuensi penggunaan KRL Ekonomi AC berdasarkan status responden.
                                     
        Sumber: Data diolah 2011.
                       
                        Gambar 2. Frekuensi Penggunaan KRL Ekonomi AC
  Berdasarkan Status Responden

            Ketika responden ditanyakan frekuensi pemilihan Gerbong Kereta Wanita, secara umum menjawab “kadang-kadang”, namun hal yang menarik adalah rata-rata responden pelajar/mahasiswa menjawab bahwa mereka “selalu naik di Gerbong Kereta Wanita”, walaupun prosentasenya tidak berbeda jauh dengan yang menjawab “kadang-kadang “. Gambar 3. menggambarkan hal tersebut.
                                           
         Sumber: Data diolah 2011.
Gambar 3. Frekuensi Pemilihan Gerbong Kereta Wanita (GKW)
                               Berdasarkan Status Responden

            Lebih lanjut, responden memilih Gerbong Kereta Wanita dengan alasan kenyamanan dan keamanan. Walaupun beberapa responden lain memiliki alasan lain selain kedua alasan tadi, yaitu posisi turun di stasiun tujuan dekat dengan gerbong khusus tersebut. Tabel 2. mendiskripsikan jumlah prosentase alasan memilih Gerbong Kereta Wanita (GKW) Berdasarkan Status Responden.

            Tabel 2. Prosentase Pemilihan Alasan dalam Memilih Gerbong Kereta Wanita (GKW) Berdasarkan Status Responden
Alasan
Status
Pelajar/
Mahasiswa
 (%)
PNS
(%)
Karyawati
(%)
Wiraswasta
(%)
Nyaman
41%
43%
42%
46%
Aman
41%
43%
41%
39%
Posisi Gerbong Strategis
18%
14%
17%
15%
Seluruh Responden (%)
100%
100%
100%
100%
Sumber: Data diolah 2011.

Hasil penilaian kepuasan dan kepentingan terhadap atribut Kenyaman, tampak pada Gambar 4.
Sumber: Data diolah 2011.

Gambar 4. Penilaian Tingkat Kepuasan dan Kepentingan Responden Terhadap Kenyamanan di Gerbong Kereta Wanita  di KRL Ekonomi AC
           
            Dari grafik di atas menggambarkan bahwa tingkat kepuasan dalam kenyamanan yang tertinggi berada pada ketiadaannya pedagang asongan dan tempat duduk yang representatif di dalam kereta ekonomi AC. Dari hasil yang ada, diperoleh nilai rata-rata pada tingkat kepuasan terhadap kenyamanan sebesar 2,85 (Puas). Data yang termasuk ke dalam kategori di atas nilai rata-rata adalah asongan, duduk, gorden dan jendela. Sedangkan bila dilihat dari tingkat kepentingan dalam atribut kenyamanan yang tertinggi adalah ketiadaan pedagang asongan dan kebersihan dalam kereta ekonomi AC. Dari hasil tersebut diperoleh nilai rata-rata tingkat kepentingan senilai 2,51 (Penting). Data tersebut terdiri dari asongan, kebersihan, udara dan berdiri. Dengan demikian penilaian kenyamanan GKW dinilai responden adalah BAIK, karena nilai  kepuasan lebih tinggi dari nilai kepentingan.
            Hasil penilaian responden terhadap kepuasan dan kepentingan atribut Keamanan di Gerbong Kereta Wanita, tampak pada Gambar 5.

Sumber: Data diolah 2011.

Gambar 5. Penilaian Tingkat Kepuasan dan Kepentingan Responden Terhadap
                  Kenyamanan di Gerbong Kereta Wanita di KRL Ekonomi AC

            Dari grafik di atas tampak bahwa nilai tertinggi dari tingkat kepuasan terhadap keamanan adalah pintu yang selalu tertutup dan minimnya tingkat kejahatan. Rata-rata nilai kepuasan terhadap atribut keamanan adalah sebesar 2,91 (Puas), dengan nilai yang melebihi dari batas rata-rata pintu yang selalu tertutup dan minimnya kejahatan. Sedangkan untuk tingkat kepentingan terhadap keamanan yang memiliki nilai tertinggi adalah minimnya kejahatan dan pintu yang selalu tertutup. Rata-rata penilaian kepentingan untuk atribut keamanan adalah 2,52 (Penting). Dengan demikian penilaian mengenai keamanan Gerbong Kereta Wanita dinilai responden adalah BAIK, karena nilai  kepuasan lebih tinggi dari nilai kepentingan.
            Secara keseluruhan responden memberikan respon kepuasan yang positif atau Baik (2,91) dan melampaui penilaian terhadap  kepentingan atau harapan (2,52).



KESIMPULAN


            Kesimpulan dari penelitian ini, responden merasa puas terhadap layanan Gerbong Kereta Wanita dan melampaui penilaian terhadap tingkat kepentingannya. Harapannya di masa mendatang pelayanan tersebut dapat terus ditingkatkan dan apabila memungkinkan jumlah gerbong tersebut ditambah.


DAFTAR PUSTAKA


(1)     Anonim, Pengertian Transportasi. http://mogajayatrans.com/pengertian-transportasi.html.2011/02/26

(2)   Frans Agung Setiawan, Kelebihan Kekurangan dan Tantangan Transportasi Kereta Api. http://megapolitan.kompas.com/read/2009/08/10/13282791/Kelebihan.Kekurangan.dan.Tantangan.Transportasi.Kereta.Api.2011/02/26

(3)   Hertanto Soebijoto, Transportasi Massal Jauh dari Nyaman.  http://nasional.kompas.com/read/2010/07/28/13462552/Transportasi.Massal.Jauh.dari.Nyaman.2011/02/26


(5)   Rangkuti, Freddy. (1997). Riset Pemasaran, PT Gramedia Pustaka Utama, Jakarta

UCAPAN TERIMA KASIH


Pada kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada PT.KAI Commuter Jabodetabek yang telah memberikan ijin kepada penulis untuk melakukan penelitian ini.
READ MORE - KEBUDAYAAN MENAIKI GERBONG KERETA WANITA (GKW) PADA KRL EKONOMI AC DAN PENILAIAN TINGKAT KEPUASAN DAN KEPENTINGANNYA

Sabtu, 09 April 2011

WALL-E (Waste Allocation Load Lifter Earth-Class)


WALL-E adalah sebuah film animasi yang diproduksi oleh Pixar Animation Studios dan dirilis oleh Walt Disney Pictures. WALL-E bercerita tentang sebuah robot bernama wall-e [yang merupakan singkatan dari Waste Allocation Load Lifter Earth-Class] dalam “berpetualang”. Kenapa “berpetualang”? Karena pada awalnya diceritakan kisah hidup wall-e yang merupakan sebuah robot pengepak sampah. Diceritakan bumi sudah tidak layak lagi untuk ditinggali karena sudah terlalu banyak sampah menggunung dan pada akhirnya manusia meninggalkan bumi dan hidup pada sebuah koloni antariksa yang bernama AXIOM. Semua ini menjadi mungkin karena dunia sudah dikuasai sebuah mega-corporation yang bernama Buy ‘n Large (BnL) yang menguasai semua perekonomian, termasuk pemerintahan. Karena sampah yang sudah menggunung dimana-mana, dibuatlah wall-e sebagai robot pengepak sampah. Dimana film ini menggambarkan kehidupan bumi di masa depan yang berteknologi serba canggih dan akibat yang di timbulkan oleh teknologi yang di ciptakan oleh manusia itu sendiri, yang menyebabkan planet bumi tidak layak berpenghuni karena terlalu beracun yang di akibatkan oleh sampah-sampah elektronik.
Awalnya manusia hidup di AXIOM hanya dalam waktu 5 tahun, selagi wall-e membersihkan sampah-sampah yang ada, namun pada akhirnya bumi dinyatakan terlalu berbahaya untuk ditinggali, maka manusia tetap hidup di AXIOM hingga 700 tahun lamanya. Digambarkan manusia-manusia yang hidup di AXIOM semuanya gendut dan malas. Hanya duduk di kursi mereka dan semua kebutuhan mereka dibantu oleh robot-robot. Berdiri pun mereka sulit. Mereka sibuk dengan hologram [layar virtual] di depan mereka sampai-sampai mereka tidak pernah berinteraksi langsung dengan orang lain. Pada awal abad ke-22, sebuah perusahaan "raksasa" Buy N Large (BnL) menguasai perekonomian di Bumi, termasuk pemerintahan. Akibat dipenuhi sampah yang tidak didaur-ulang, maka Bumi menjadi sangat tercemar oleh sampah-sampah elektronik, sehingga kelangsungan hidup manusia menjadi terancam. Untuk mencegah kepunahan manusia, Shelby Forthright (Fred Willard) selaku CEO Buy N Large, melakukan pengungsian massal dari Bumi selama lima tahun di atas armada kapal luar angkasa eksekutif bernama axiom yang menyediakan setiap keperluan manusia, dan dilengkapi dengan robot-robot yang semuanya berjalan secara otomatis untuk melayani kebutuhan manusia.
Ratusan-ribu unit robot penghancur sampah yang dinamai dengan WALL-E ditinggalkan di Bumi untuk membersihkan Bumi. Robot-robot tersebut diprogram untuk memadatkan dan menumpuk sampah-sampah elektronik yang telah memenuhi seluruh daratan di Bumi, agar memudahkan untuk peleburan. Tumpukan sampah-sampah elektronik telah dipadatkan dan dikumpulkan oleh robot-robot WALL-E, tumpukan sampah tersebut telah setinggi gedung pencakar langit. Namun, proyek ini dibatalkan karena Forthright memperkirakan bahwa pada tahun 2110 Bumi sudah terlalu tercemar dan sudah tidak memungkinkan untuk dihuni oleh manusia. Pada tahun 2815, kira-kira 700 tahun kemudian, hanya satu WALL-E yang masih berfungsi.
Berabad-abad kehidupan telah dilalui oleh WALL-E, sehingga ia memiliki kecerdasan yang lebih baik dan rasa keingin-tahuan. Ia gemar mengoleksi barang-barang yang menarik di tumpukan sampah yang memenuhi Bumi, mengambil onderdil untuk suku cadangnya dari WALL-E lain yang sudah tidak aktif. Ia sering menonton film musikal tahun 1969 yang berjudul Hello, Dolly! dari kaset video. Video lainnya yang ia nikmati adalah Put on Your Sunday Clothes, dan adegan berpegangan tangan dalam video "It Only Takes a Moment" yang mengajarnya memiliki perasaan.
Pada suatu hari, WALL-E menemukan sebuah bibit tumbuhan, lalu menanamnya dalam sebuah sepatu usang. Tidak lama kemudian, sebuah kapal luar angkasa mendarat di Bumi dan mengeluarkan EVE, sebuah robot perempuan yang dikirim oleh pesawat raksasa yang bernama Axiom, ia diprogramkan untuk mencari tanda-tanda kehidupan flora di Bumi. WALL-E jatuh cinta pada pandangan pertama dengannya, EVE juga mengagumi kepribadian WALL-E. Sungguh disayangkan, ternyata cinta WALL-E tidak terbalaskan, karena EVE diprogramkan untuk mencari keberadaan tumbuhan di Bumi. Saat WALL-E menunjukkan bibit tumbuhan yang ditemukannya kepada EVE, EVE menyimpan bibit itu ke dalam tubuhnya, setelah itu EVE menjadi non-aktif secara otomatis. WALL-E berusaha melindungi tubuh EVE yang tidak berstatus non-aktif sampai EVE diambil kembali oleh pesawat yang mengantarnya ke Bumi. Dengan rasa gelisah dan panik, WALL-E mengejar pesawat itu. WALL-E berhasil menyusup ke dalam pesawat Axiom.
Setelah berabad-abad hidup dalam mikrogravitasi, manusia di pesawat Axiom banyak kehilangan kalsium, sehingga membuat mereka menjadi sangat gemuk dan tidak mampu berdiri atau berjalan. Aktivitas manusia sepenuhnya dilayani oleh robot. Pilot pesawat Axiom adalah Kapten B. McCrea juga memerintahkan segala tugasnya kepada sistem autopilot pesawat yang bernama AUTO (suara program MacInTalk). Saat WALL-E mengikuti EVE ke dalam kapal, kelakuannya yang tidak biasa, menyebabkan manusia dan robot bertindak tidak seperti biasanya. Khususnya M-O, robot dekontaminasi yang diprogramkan untuk membersih setiap pencemaran di dalam pesawat , ia mengejar WALL-E supaya ia dapat membersihkan kotoran asing yang bersumber dari Bumi, dan dua orang manusia bernama John  dan Mary yang sebelumnya hanya melihat melalui media elektronik berupa monitor, sehingga mereka melihat pemandangan secara langsung karena WALL-E membuat mereka terlepas dari monitor yang terpasang di tempat duduk mereka.
Setelah sampai di dalam pesawat, EVE diaktifkan kembali dan diprogram untuk mengantar bibit tadi kepada McCrea agar diletakkan dalam alat pendeteksi yang dinamai holo-detector. Alat tersebut adalah sebuah mesin pendeteksi yang berfungsi memberikan informasi bahwa manusia dapat kembali hidup di Bumi, dan akan mengembalikan manusia ke Bumi secara otomatis setelah mendeteksi bibit tadi yang merupakan pedoman yang memungkinkan manusia untuk kembali hidup di Bumi. Sewaktu akan mendeteksi tumbuhan yang terdapat dalam tubuh EVE, bibit itu hilang. EVE dianggap telah rusak dan dikirim ke bagian perbaikan robot bersama WALL-E. Saat EVE diperiksa, WALL-E menyangka EVE akan dihancurkan oleh mesin pemeriksa tersebut, lalu ia merampas senjata plasma EVE dan menembakkannya, sehingga membebaskan robot-robot rusak lainnya di ruang perbaikan. Tindakan WALL-E menjadi ancaman bagi setiap penghuni pesawat Axiom, EVE dan WALL-E menjadi buronan yang dianggap robot berbahaya. EVE yang tidak tahan dengan sikap WALL-E, mencoba mengantarnya kembali ke Bumi dengan menggunakan sebuah kabin.
Saat asisten utama McCrea (GO-4) tiba dan menyimpan bibit yang hilang itu ke dalam kabin; GO-4 yang mencurinya tanpa diketahui McCrea. Melihat bibit tersebut, WALL-E memasuki kabin tempat diletaknya bibit tersebut. GO-4 akan menghancurkan kabin tersebut dengan mengaktifkan program penghancuran secara otomatis sehingga akan meledak setelah hitungan mundur 20 detik. Saat itu WALL-E berada di dalam kabin tersebut, namun WALL-E berhasil meloloskan diri bersama bibit itu sedetik sebelum musnahnya kabin tadi. EVE lega karena WALL-E menyelamatkan bibit itu dan mereka terbang dengan bahagianya di angkasa sekitar pesawat Axiom.
EVE dan WALL-E mengembalikan bibit itu kepada McCrea. Kapten McCrea ingin mengetahui bagaimana keadaan Bumi pada saat ini, lalu McCrea memutar rekaman yang direkam oleh kamera yang terpasang pada EVE, yang membuat EVE menyaksikan usaha WALL-E melindunginya ketika ia dalam status non-aktif. Akhirnya, EVE juga jatuh cinta pada WALL-E. Terpesona oleh gambar-gambar kehidupan zaman dulu di Bumi sebelum berdirinya Buy N Large, McCrea perihatin melihat kerusakan alam di Bumi yang digambarkan dalam rekaman EVE. Kemudian McCrea merencanakan agar manusia kembali ke Bumi untuk memulihkan segalanya. Namun, AUTO menegaskan bahwa manusia tidak boleh kembali ke Bumi, lalu ia terpaksa menampilkan tayangan berupa rekaman Shelby Forthright yang memerintahkan semua autopilot agar tidak mengembalikan manusia ke Bumi, karena proyek pembersihan yang diusahakan telah gagal. AUTO yang dirancang untuk menuruti perintah tersebut, memberontak dan membuang bibit tumbuhan tersebut. Dalam memperebutkan bibit itu, AUTO dengan ganasnya menyerang WALL-E yang mencoba melindungi bibit itu dan menekan tombol non-aktif di badan EVE. WALL-E dan EVE dibuang ke tempat pembuangan sampah bersamaan dengan bibit tadi, dan mengunci McCrea di dalam kamarnya.
Di tempat pembuangan sampah, EVE kembali aktif setelah sebuah tombol yang ada di dada EVE tersentuh oleh serangga. EVE berusaha mencari WALL-E, setelah menemukannya EVE melihat WALL-E telah rusak berat. Ia berusaha memperbaiki WALL-E, tapi usahanya sia-sia karena tidak ada komponen tubuh WALL-E yang cocok dengan yang ia temukan. Pada saat proses pembuangan sampah diaktifkan, gerbang pembuangan terbuka. Saat itu juga datang M-O yang mengejar WALL-E karena ingin membersihkan kotoran asing yang melekat di tubuh WALL-E. Kemudian M-O terjepit gerbang yang tertutup setelah sampah beserta WALL-E dan EVE dikeluarkan dari tempat pembuangan. Gerbang tidak sepenuhnya tertutup karena M-O terjepit pada gerbang saat mengejar WALL-E untuk membersihkan kotoran asing. Kesempatan ini digunakan oleh EVE untuk menyelamatkan diri dari pembuangan.
Setelah berhasil menyelamatkan diri dari tempat pembuangan sampah dengan bantuan M-O, EVE menolak perintah otomatis yang telah diprogramkan untuk membawa bibit ke pesawat. Ia masih berusaha untuk memperbaiki WALL-E, tapi WALL-E berharap EVE menuruti perintah tersebut sambil mengingatkan EVE jika seandainya mereka berhasil kembali ke Bumi, WALL-E dapat diselamatkan dengan suku cadang yang disimpannya.
WALL-E dan EVE membawa bibit tadi untuk diletakkan di mesin pendeteksi yang ada di pesawat Axiom dengan bantuan M-O. Mereka berdua dibantu McCrea yang menyuruh mereka agar cepat ke mesin pendeteksi tersebut, mereka juga dibantu robot-robot rusak yang membantu mereka dengan melawan robot-robot penjaga. McCrea membohongi AUTO dengan mengatakan bahwa bibit itu ada padanya, dengan mengelabui AUTO melalui visual dari monitor. Kemudian AUTO mendatangi McCrea, lalu mereka berkelahi. McCrea berhasil mengaktifkan mesin pendeteksi, mengakibatkan AUTO memiringkan posisi Axiom, mengakibatkan manusia-manusia yang tidak dapat berjalan menjadi berjatuhan dan tertumpuk di sudut pesawat. Auto mencoba menutup mesin pendeteksi tersebut, namun ditahan WALL-E dengan mengorbankan tubuhnya. McCrea berusaha untuk berdiri dan berjalan untuk mendekati dan mengalahkan AUTO. Pada saat perkelahian dengan AUTO, McCrea melihat tombol merah yang terbuka di bagian tubuh AUTO. Lalu McCrea menekan tombol tersebut, sehingga AUTO yang merupakan pengendali pesawat Axiom menjadi berstatus manual. McCrea dapat dengan sepenuhnya mengendalikan AUTO, dan mengembalikan posisi Axiom ke posisi semula. Akhirnya, bibit berhasil dimasukkan ke dalam mesin pendeteksi (holo-detector), dan melepaskan WALL-E yang bertambah rusak karena terjepit mesin pendeteksi yang akan menutup. Setelah bibit tadi dimasukkan ke dalam holo-detector, pesawat Axiom menuju ke Bumi dengan kecepatan cahaya.
Setelah mendarat di Bumi, EVE bergegas memperbaiki dan menghidupkan kembali WALL-E dengan menggunakan suku cadang yang ada di tempat tinggal WALL-E. Sayangnya, WALL-E telah rusak berat dan hampir semua komponennya ditukar oleh EVE dengan yang baru. Meskipun WALL-E telah diperbaiki dengan sempurna, tapi WALL-E bukanlah WALL-E yang dikenal EVE. WALL-E telah menjadi WALL-E yang diprogram untuk mengerjakan tugasnya dan tidak memiliki perasaan dan ingatan yang dimiliki WALL-E yang EVE kenal. EVE sedih karena WALL-E yang dicintainya sudah tiada, EVE memegang tangan WALL-E lalu menempelkan kepalanya ke kepala WALL-E (bermakna ciuman). Percikan listrik dari “ciuman” tadi memulihkan ingatan dan kepribadian WALL-E, lalu dia dapat mengingat EVE dan bahagia karena dapat berpegangan tangan dengan EVE.
Manusia dan robot bekerjasama dalam memperbaiki kehidupan di Bumi dengan harapan baru, di bawah pimpinan McCrea. Akhirnya, kehidupan yang normal dapat dinikmati kembali oleh manusia. Seiring waktu dan kerjasama manusia dengan robot, Bumi kembali normal seperti sedia kala. Mengenai kelanjutan kehidupan manusia beserta para robot di Bumi, dapat dilihat pada lukisan-lukisan yang terdapat pada kredit penutup dalam film animasi ini.
Kesimpulan saya adalah kemajuan teknologi yang sangat pesat dapat menyebabkan sifat kemalasan manusia sehingga manusia terlalu bergantung terhadap teknologi yang mereka ciptakan, sehingga akan mengubah segala kehidupan yang terjadi di palnet bumi yang mereka tempati dulu, dan dalam perjuangan yang ikuti dengan rasa cinta dapat meredam segala macam masalah dan rintangan yang di hadapi. Dan ada fakta yang lucu dari wall-e. Digambarkan bahwa kecoa adalah hewan yang paling adaptif di dunia, bahkan saat dunia penuh dengan sampah dan hanya ada wall-e, kecoa pun ada di sana.
READ MORE - WALL-E (Waste Allocation Load Lifter Earth-Class)

Kamis, 31 Maret 2011

THE GRAIN IN THE STONE

          Manusia mulai mengenal arsitektur bangunan dan patung, hal tersebut membuat manusia mulai berbudaya dan mengenalkan kita kepada hal tersebut. Budaya yang mendorong manusia ingin terus berimajinasi dan mengembangkan struktur-struktur baru. Sejak dari zaman-zaman sebelumnya, mereka sudah mengenal arsitektur-arstektur bangunan.
Salah satu langkah terbesar dalam pendakian manusia adalah munculnya tukang batu. Alih-alih tinggal di gua-gua atau rumah-rumah yang terbuat dari bumi, manusia membangun rumahnya dari kayu dan batu dan batu bata. Mungkin tampak seperti sebuah perubahan kecil tetapi sebenarnya itu besar:
1. Ini menandai pemahaman baru tentang alam:
bahwa itu adalah sesuatu yang Anda dapat mengambil terpisah, memahami dan kemudian dimasukkan kembali bersama-sama dengan cara baru.
2. Ini memungkinkan munculnya kota-kota:
tidak hanya secara fisik dengan memberikan bangunan yang diperlukan, tetapi juga dengan memberikan pemahaman baru tentang masyarakat manusia sebagai sesuatu yang terbuat dari bagian-bagian yang bekerja bersama-sama.

Sebuah kota terdiri dari orang-orang yang bekerja sama dengan cara tertentu.
Khususnya :
a. pembagian kerja: seorang pria melakukan satu jenis pekerjaan seluruh hidupnya dan menjadi sangat bagus dalam hal itu, bahkan mungkin datang dengan penemuan-penemuan baru. Tidak hanya para tukang batu, tetapi juga pengrajin lain seperti tembikar, coppersmiths dan penenun.
b. rantai komando: yang memungkinkan sebuah kota atau orang-orang untuk bertindak sebagai salah satu dan mencapai hal-hal untuk kebaikan yang lebih besar, seperti pengendalian air irigasi. Informasi datang ke sebuah komandan atau penguasa di pusat dan comands mengalir keluar.
John Milton menjelaskan dan Willian Blake yang menggambarkan bagaimana bentuk dari bumi saat dilanda satu pergerakan dari kompas Tuhan. Tetapi sangat berlebihan jika hanya melihat dari gambar statisnya saja dimana gambar tersebut sebagai proses alamiah dari bumi. Bumi kita ini sudah ada selama lebih dari empat ribu juta tahun yang lalu. Selama waktu tersebut, sudah terbentuk dan berubah menjadi dua jenis tindakan. Kekuatan yang tersembunyi di dalam bumi telah menggoyahkan lapisan bumi dan mengangkatnya lalu telah menggeser beberapa daratan menjadi pulau-pulau kecil. Dan pada permukaannya, terjadinya erosi salju serta curah hujan disertai badai dan arus laut, dari matahari dan angin lalu membentuk bumi (pulau-pulau kecil tersebut) menjadi sebuah arsitektur yang alami.
          Canyon de Chelly yang terdapat di Arizona merupakan daratan tanpa angin, tempat rahasia dimana disanalah hidup salah satu suku Indian selama dua ribu tahun yang lalu, sejak lahirnya Kristus : lebih lam dari tempat lainnya di daerah Amerika Utara. Tuan Thomas Browne memunculkan kalimat : ”Para pemburu telah sampai di Amerika dan mereka telah melewati tidur pertamanya di Persia.” Saat kelahiran Kristus, para pemburu telah menyelesaikan tugasnya di pertanian di daerah Canyon de Chelly dan memulai semuanya dengan langkah-langkah dari perjalanan hidup manusia dari saat mengambil bulan sabit di daerah Timur Tengah.
          Kenapa dimulainya kependudukan terlalu lambat datang di Dunia aru ini daripada di Dunia Lama? Terbukti karena manusia adalah yang lama datang ke Dunia Baru tersebut. Manusia datang sebelum kapal-kapal mengundangnya, yang menunjukkan bahwa mereka datang disaat kemarau hadir di selat Bering disaat bentuk mereka lebar seperti daratan yang menjembatani selama berakhirnya Jaman Es. Poin-poin bukti glaciological terhadap dua kemungkinan waktu disaat manusia mungkin telah mengembara dari tanjung timur di Dunia Lama melewati Siberia menuju daratan berbatu di Alaska bagian barat tepatnya di bagian Dunia Baru selama kurang lebih 28,000 SM dan 23,000 SM, dan yang lainnya selama 14,000 SM dan 10,000 SM. Setelah banjir melanda begitu juga dengan banjir lumpur menjadi akhir dari peradaban Jaman Es dan menaikkan jumlah air lagi selama beribu-ribu kaki dan menurunkan kunci dari sebuah habitat dari Dunia Baru.
          Itu berarti bahwa manusia datenag dari Asia menuju ke Amerika selambat-lambatnya sepuluh ribu tahun yang lalu dan secepat-cepatnya lebih dari tiga puluh ribu tahun yang lalu. Dan mereka semestinya bisa sekaligus datang semua dalam satu waktu. Ini adalah bukti dari arkeolog yang telah ditemukan (seperti pada lokasi awal beserta dengan alat-alatnya) itu terpisah menjadi dua aliran kebudayaan yang datang ke Amerika. Dan sebagian menjelaskan kepadaku, ada bukti biologis yang samar-samar terlihat namun meyakinkan bahwa saya hanya bisa menafsirkan bahwa manusia tersebut datang dalam dua kelompok migrasi secara berturut-turut.
          Suku Indian yang ada di daerah Timur dan Selatan Amerika tidak memiliki darah keturunan dari semua populasi yang ditemukan pada tempat lainnya. Sekilas yang tampak menarik dari nenek moyang mereka adalah terungkapnya kekhasan biologis yang dimiliki oleh nenek moyang mereka secara tak terduga. Untuk darah keturunan yang terlihat jelas, bahkan untuk seluruh populasi, mereka telah memiliki seluruh rekaman genetika pada masa lalu. Total keseluruhan dari semua golongan darah yang ada yaitu golongan darah A yang menyiratkan dari sebuah populasi, dengan virtual tertentu, dan disitu tidak ada kelompok golongan darah pada nenek moyang akan tetapi golongan darah ini terlihat sangat familiar dengan golongan darah B. Dan disinilah letak sebuah fakta keadilan yang ada di Amerika. Suku yang ada pada Pusat dan Selatan Amerika (tepatnya di Amazon, sebagai contoh di daerah Andes dan Tierra del Fuego) selama ini hadirlah golongan darah O, sama seperti pada suku Amerika Utara. Yang lainnya (mereka yang ada di daerah Sioux, Chippewa dan Pueblo Indians) memiliki susunan dalam golongan darah O bercampur dengan sepuluh hingga lima belas persen dengan golongan darah A.
          Kesimpulannya, bukti bahwa di Amerika tidak ada kelompok atau suku yang memiliki golongan darah B, walaupun sebagian besar termasuk dalam bagian pembentukan sebuah dunia.
          Di Pusat dan Selatan Amerika, semua suku Indian asli rata-rata memiliki populasi bergolongan darah O. Di Utara Amerika, terlihat juga kelompok untuk golongan darah O dan golongan darah A. Saya dapat melihat cara yang masuk akan dalam menafsirkan hal tersebut, tetapi untuk mempercayainya bahwa migrasi pertama dilakukan oleh sekelompok kecil, yang memiliki hubungan dengan kelompok (terutama yang bergolongan darah O) datang ke Amerika, berlipat ganda, dan kemudian menyebar hingga ke selatan. Kemudian migrasi yang kedua, sama-sama dilakukan oleh sekelompok kecil dari kelompok, saat ini mereka membawa kelompok dari golongan darah A itu sendiri dan yang memiliki kedua genetika golongan darah A dan O, mengikuti mereka yang terlebih dahulu migrasi hingga ke Utara Amerika. Suku Indian Amerika yang berada di utara, kemudian mereka membawa kembali beberapa dari migrasi yang terlambat datang dan mereka menyebutnya sebagai pendatang baru.
          Pertanian pada saat di daerah Canyon de Chelly telah mencerminkan keterlambatan ini. Meskipun pada saat itu jagung telah di budidayakan di Pusat dan Selatan Amerika, disinilah awal mula dari datangnya Kristus. Orang-orang pada saat itu sangat berpikiran sederhana, mereka tidak memiliki tempat tinggal, mereka hanya tinggal di gua-gua. Dan kemudian setelah 500 SM tembikar pun mulai diperkenalkan. Rumah tempat tinggal mereka di gali membentuk gua-gua dengan usaha mereka sendiri dan ditutupi dengan atap yang dibentuk oleh tanah liat atau bata. Dan pada tahap itu, Canyon telah benar-benar konstan membentuk sebuah kependudukan pada 1000 SM, disaat yang terhebat kependudukan Pueblo datang dengan batu.
          Saya membuat awal dari terpecahnya antara arsitektur yang menggunakan tanah liat dengan arsitektur yang dengan mengumpulkan bagian-bagian tersebut. Hal ini sama saja dengan menyederhanakan sebuah perbedaan : rumah dari tanah, rumah dengan menggunakan bebatuan. Tetapi pada faktanya kehadiran dari perbedaan tersebut menimbulkan masalah, bukan secara teknisnya. Dan saya percaya bahwa untuk mempersatukannya dibutuhkan langkah-langkah penting bagaimana manusia bisa hadir disini, dimanapun dan kapanpun dia melakukannya : sebuah perbedaan antara aksi sebuah ornamen ukir dengan tangan dan pemisahan atau aksi analisis dari sebuah tangan.
          Ini terlihat seperti sesuatu yang sangat alamiah yang terjadi di dunia untuk mengambil sedikit tanah liat dan mencetaknya dalam sebuah bola, bentuk dari sebuah patung tanah liat kecil, bentuk cangkir, sebuah lubang tempat tinggal. Saat pertama kali kita bisa merasakan bahwa bentuk dari sebuah alam kita pun dapat membentuknya sendiri. Tetapi tentu saja itu tidak semudah yang kita bayangkan. Ini adalah bentuk yang dibuat oleh manusia untuk pertama kalinya. Apakah sebuah ceret (teko) dapat terbuat dengan menggunakan lengkungan tangan : apakah sebuah lubang tempat tinggal dapat merefleksikan bentuk dari aksi seorang manusia. Dan tidak mungkin hanya dengan menemukan tentang alam itu sendiri disaat manusia membebankan sebuah kehangatan ini, keibuan, seni artistik bentuk yang dilakukan olehnya. Hanya satu yang dapat membuktikan bahwa sesuatu yang apat merefleksikan dirimu sendiri adalah sesuatu yang dapat kau buat dengan tanganmu sendiri.
          Tetapi disana ada aksi yang lain bagaimana tangan manusia dapat berubah fungsi menjadi berbeda dan berlawanan. Ini adalah pemisahan antara kayu dan batu : untuk yang biasa menggunakan tangannya (mempersenjatai dengan peralatan) sebuah penyelidikan dan pengeksplorasian hingga ke akar-akarnya dan demikian bagaimana sebuah instrumen dari sebuah cerita. Ini adalah pembelajaran yang sangat bagus dalam melangkah ke depan disaat manusia menyimpulkan pecahan-pecahan kayu atau pecahan-pecahan batu dan secara gamblang menggambarkan bagaimana alam telah mengambil mereka sebelum mereka mempersatukannya. Suku Pueblo adalah orang-orang yang menemukan pertama kali langkah-langkah dalam membuat tembok yang terbuat dari tumpukan pasir-pasir merah tersebut disepanjang ribuan kaki di Arizona. Lapisan tabulasi yang ada disana digunakan untuk memangkas : dan blok-blok disitu sama fungsinya dengan landasan pesawat terbang disaat mereka memiliki tempat untuk berbaring di tebing dari Canyon de Chelly.
          Disaat awal-awal waktu manusia membuat peralatan dengan menggunakan batu. Terkadang batu tersebut terbuat dari gabah alami, terkadang juga peralatan tersebut dibuat dari garis perpecahan dengan belajar bagaimana penemuan dengan menggunakan batu-batuan tersebut. Mungkin dari sinilah beberapa ide pun muncul, di tempat yang pertama, dari pemisahan kayu karena kayu adalah material yang memiliki struktur yang dapat dilihat disaat membukanya dengan mudah terdapat gabah-gabah, tetapi akan terlihat sangat sulit untuk menggeser seluruh gabah tersebut. Dan dari permulaan yang sederhana ini manusia membuka peluang usahanya dengan alam dan membuka hukum yang berlaku dalam sebuah struktur, mendikte dan mengungkapkannya. Sekarang tangan bukanlah sesuatu yang dapat membebankan diri sendiri dalam membuat sesuatu. Di dalamnya, hal ini menjadi sebuah instrumen dari cerita dan kesenangan pada saat bersama, dimana saat peralatan berubah menjadi sesuatu yang sangat diperlukan untuk digunakan dan memasukkannya kedalam situ dan menyatakan sebuah kualitas dan bentuk dari sesuatu yang tersembunyi dari material tersebut. Layaknya seperti manusia yang memotong sebuah kristal, kita menemukannya dalam bentuk bersama dengan hukum alam.
          Gagasan yang menemukan sesuatu yang tersembunyi merupakan urutan dalam hal awal mulanya sebuah konsep manusia untuk bereksplorasi terhadap alam. Arsitektur pun telah menyatakan secara gamblang, membuatnya menjadi sebuah kemungkinan untuk mengambil formasi yang alami dan membuat mereka untuk membuat susunan yang baru. Untuk saya ini adalah salah satu langkah dalam perjalanan seorang manusia dimana teori ilmu pengetahuan dimulai. Dan penduduk asli telah menemukan jalan bagaimana manusia mengumpulkan komunitasnya menuju sebuah konsep dari alam.
          Kita memiliki naluri manusia ikut dalam kekeluargaan seperti ini, kekeluargaan ini seperti kelompok kekerabatan, kelompok kekerabatan dalam sebuah clan, sebuah clan dalam suatu suku, suku dalam sebuah bangsa.
          Dalam sebuah kota harus memiliki sebuah landasan, hinterland, pertanian yang kaya akan kelebihan : dan dapat melihat landasan dari kependudukan di Inca membudidayakan tanaman di halaman mereka. Tentu saja di halaman mereka tidak akan tumbuh apapun kecuali rumput-rumput, tetapi sekali mereka telah bisa membudidayakan kentang (ini adalah produk asli yang berasal dari Peru) dan jagung yang merupakan keaslian budidaya yang dilakukan mereka sejak lama dan kemudian menjadi tempat pertama kali mereka datang ke daerah utara. Dan sejak saat perayaan kota itu, disaat suku Inca datang berkunjung tanpa ada pemberitahuan (tanda-tanda) lalu tumbuhlah suburlah tanaman pada musim tropis (panas), tanaman yang bergantung pada iklim seperti sebuah kokain, dimana tanaman ini berguna seperti penghilang racun alami yang hanya digunakan oleh suku Inca dan mereka biasanya juga mengunyah tanaman tersebut yang dimana asal dari tanaman tersebut adalah kokain.
          Di dalam jantung dari sebuah kebudayaan muncullah sistem irigasi. Ini adalah salah satu kerajaan sebelum suku Inca ada dan suku Inca yang membangunnya : dengan cepat seperti membangun sebuah halaman, kanal dan terowongan air, melalui jurang yang besar, turun melalui gurun pasir menuju Pasifik dan membuat semuanya jadi berbunga. Tepatnya seperti memberikan pupuk pada bulan sabit merupakan kontrol untuk air tersebut, jadi disinilah permulaan bagaimana suku Inca di Peru dengan kependudukannya membangun sebuah kontrol dari irigasi.
          Sistem yang besar dari sebuah irigasi memperpanjang atas kekuasaan yang dibuat kuat ditengah-tengah kewenangan. Ini terjadi di Mesopotamia. Ini seperti di Mesir. Ini seperti di dalam kerajaan Inca. Ini berarti bahwa kota dan seluruh kota yang hidup di dalamnya tidak terlihat landasan komunikasinya selain dari wewenang yang hadir dan terdengar dimana-mana, diteruskan dari pusat lalu lurus menuju informasi. Tiga penemuan dari kewenangan jaringan : jalanan, jembatan (di sebuah kota yang kejam bisa disebut seperti ini), surat (pesan). Mereka datang menuju pusat dimana suku Inca berada dan dimana mereka akan pergi dari sini. Mereka memiliki tiga hubungan dimana setiap kota mempunyai kendali untuk kota yang lain dan dimana kita dapat merealisasikannya dengan kota-kota yang berbeda.
          Jalanan, jembatan, pesan adalah kerajaan terhebat yang selalu mengembangkan penemuan-penemuan tersebut, karena jika mereka memotongnya maka kewenangan itu pun akan terpotong juga dan akan berhenti – di masa modern ini disebut juga dengan tipikal menargetkan pertama kali pada sebuah revolusi. Kita mengetahui bahwa suku Inca telah memberikan banyak perhatian. Lebih dari sekedar jalan dimana mereka tidak menggunakan roda, dibawah jembatan yang melengkung, serta pesan yang tidak ditulis. Kebudayaan dari suku Inca tersebut tidak terbuat dari penemuan-penemuan pada tahun 1500 SM. Ini dikarenakan oleh kependudukan di Amerika yang berawal dari beberapa ribu tahun yang lalu dan menaklukkannya sebelum mereka mendapatkan waktu untuk membuat semua penemuan-penemuan tersebut ke Dunia Lama.
          Ini sepertinya sangat aneh dengan arsitektur yang berpindah padahal arsitektur tersebut memiliki struktur yang besar dengan pondasi batu-batu bergulung yang membuat mereka menggunakan roda : kita telah melupakan betapa radikalnya tentang sebuah roda yang telah memperbaiki sebuah gandar. Ini sepertinya sangat aneh untuk membuat suspensi sebuah jembatan dan menghilangkan sebuah bentangan. Dan ini pun terlihat sangat aneh dari seluruh kependudukan yaitu membuat rekaman mereka dengan sangat hati-hati melalui informasi numerik, lebihnya tidak meletakkan mereka untuk menulis – suku Inca adalah suku yang buta huruf dan merupakan suku yang termiskin di kotanya atau suku Spanyol akan menghancurkan mereka.
          Manusia membangun katedral Gothic bukan karena manusia tersebut membutuhkan sesuatu energi yang besar, gereja-gereja yang indah, tapi karena manusia tersebut bisa. Manusia suka membuat hal-hal, begitu banyak sehingga ia sering membuat mereka lebih baik daripada apa yang dia terima sebelumnya. Yang pada gilirannya memungkinkan hal untuk digunakan di luar tujuan mereka, mengarah ke cara-cara baru dalam melakukan sesuatu atau membuat suatu teknologi. Mengambil hal-hal yang terpisah dan menempatkan mereka kembali bersama-sama, meletakkan dasar selama lebih dari sekedar arsitektur dan kota-kota tetapi juga untuk pemahaman baru tentang alam atau yang saat alam menjadi sebuah ilmu pengetahuan. Setelah berhasil berburu dan akhirnya bisa melawan kerasnya isi bumi ini manusia ternyata butuh yang namanya tempat tinggal, disini manusia pertama hanya tinggal di dalam bangunan–bangunan alamiah bumi dan akhirnya menciptakan sebuah tempat untuk berteduh dan terus menerus hingga kini, menjadikan bebarapa bangunan yang mampu menyentuh langit. Dengan ketinggian setinggi gunung.
          Salah satu langkah terbesar manusia adalah munculnya tukang batu. Yang semula tinggal di gua - gua atau rumah - rumah yang terbuat dari alam di sekitarnya, sekarang manusia sudah membangun rumahnya dari kayu dan batu dan batu bata. Mungkin tampak seperti sebuah perubahan kecil tetapi sebenarnya itu adalah sebuah perubahan besar. Dan semakin lama kelamaan terbentuknya juga gedung, kota, dan bangunan - bangunan lainnya. Ini merupakan suatu pemahaman baru tentang alam yang menjelaskan bahwa sesuatu yang dapat anda ambil kesimpulannya secara terpisah, memahaminya lalu kemudian dimasukkan kembali dengan cara pemikiran yang lebih baru. Ada lagi pemahaman lainnya yaitu pemahaman munculnya kota-kota. Bahwa tidak hanya secara fisik dengan memberikan bangunan yang diperlukan, tetapi juga dengan memberikan pemahaman baru tentang masyarakat manusia sebagai sesuatu yang terbuat dari bagian - bagian yang bekerja bersama - sama. Sebuah kota terdiri dari orang-orang yang bekerja sama dengan cara tertentu. Caranya adalah dengan pembagian kerja, dengan memberikan komando. Cara pembagian kerja contohnya adalah seorang pria melakukan satu jenis pekerjaan dalam hidupnya dan menjadi sangat bagus dengan penemuan-penemuan baru. Tidak hanya para tukang batu, tetapi juga pengrajin lain. Sedangkan antai komando adalah sebuah kota atau orang-orang yang bertindak untuk mencapai hal-hal untuk kebaikan yang lebih besar, seperti pengendalian air irigasi. Informasi datang ke sebuah komandan atau penguasa di pusat.
          Manusia mulai mengenal arsitektur bangunan dan patung, hal tersebut membuat manusia mulai berbudaya dan mengenalkan kita kepada hal tersebut. Budaya yang mendorong manusia ingin terus berimajinasi dan mengembangkan struktur-struktur baru. Sejak dari zaman-zaman sebelumnya, mereka sudah mengenal arsitektur-arstektur bangunan. Namun budaya mendorong mereka untuk dapat berimajinasi lebih untuk menciptakan hal-hal baru dalam kehidupa mereka.
Manusia membangun katedral Gothic bukan karena ia tiba-tiba dibutuhkan, tetapi karena ia bisa. Manusia senang sekali membuat hal-hal yang begitu banyak sehingga ia sering membuat sesuatu yang berguna dan lebih baik daripada dia harus merusak dunia. Yang pada gilirannya memungkinkan hal-hal yang akan digunakan di luar tujuan yang telah ditetapkan, mengarah pada cara-cara baru dalam melakukan perubahan sesuatu.
          Perkembangan ini terlihat lebih dominan pada bangsa romawi yang menciptakan patung serta bangunan-bangunan megah dengan arsitektur yang sangat hebat dan dipadukan dengan imajnasi para penduduk serta perkembangan budaya yang mendukungnya. Pada dasarnya evolusi budaya-lah yang membuat manusia menjadi yang sekarang ini dengan proses yang panjang dan perkembangan pemikiran manusia yang ingin berubah lebih baik dari sebelumnya. Dengan memanfaatkan imajinasi mereka yang menyebabkan perkembangan ilmu dan teknologi dalam era sekarang ini.
          ”Ilmu Arsitektur adalah ilmu yang selalu mengikuti sejarah perkembangan manusia. Sejak jaman manusia purba yang tinggal di goa-goa sampai abad ke-21 yang begitu modern, ilmu tersebut masih terus berkembang. Arsitektur adalah hasil dari “dialog” manusia dengan lingkungannya serta budayanya. Sejarah mencatat beberapa peninggalan sejarah seperti Piramid yang dibangun pada masa Fir’aun di Mesir, Kuil Parthenon yang didirikan sebagai tempat persembahan bagi Dewi Athena di Yunani, Bangunan Colosseum sebagai tempat bertarung para Gladiator di Roma, Italia dan masih banyak lagi peninggalan sejarah arsitektur yang tak ternilai harganya. Pada masa lampau banyak raja, kaum bangsawan, maupun orang-orang berpengaruh yang membuat monumen-monumen untuk diri mereka sendiri. Mereka ingin dikenang bahwa mereka telah mencapai “sesuatu yang besar” melebihi orang lain di jamannya”.
          Pada zaman purbakala sekali manusia selalu hidup berpindah-pindah dari suatu tempat ketempat lain yang memiliki sumber makanan yang lebih mencukupi, namun lama kelaman manusia sudah mulai hidup menetap dengan membangun rumah sederhana yang hanya beratapkan daun-daun kering. Walaupun demikian berarti ini sudah membuktikan bahwa manusia pada zaman prasejarah sudah mengenal arsitektur walaupun masih sangat sederhana. Kemudian dari rumah yang hanya beratapkan daun-daun itu, manusia  pada zaman berikutnya sudah mendirikan rumah yang sudah agak besar, namun atap yang mereka gunakan masih terbuat dari daun-daun kering. Lama kelamaan manusia semakin berkembang dengan pesat sehingga pada zaman berikutnya manusia sudah menggunakan kayu sebagai atap untuk rumah mereka. Dengan menggunakan kayu, keselamatan mereka akan perlindungan mereka sudah mulai terjamin. Arsitektur alam buku yang berjudul Ascent of Man ini menceritakan tentang keadaan sejarah bagaimana terbentuknya gedung-gedung tinggi, rumah, gereja, kota, dan bangunan-bangunan lainnya. Selain itu, mengeksplor tentang bentuk-bentuk arsitektur bangunan, dan inspirasi bagaimana bisa terbentuknya?
          Peralatan yang mendukung manusia untuk melakukan sebuah instrumen dari sebuah pengelihatan. Ini menyatakan bahwa struktur dari sebuah benda dan membuat sesuatu itu menjadi mungkin untuk mengambilnya bersama menuju era yang baru, dengan kombinasi yang imajinatif. Tetapi tentu saja membuat mereka terlihat bukan hanya membuktikan sebuah struktur. Ini adalah salah satu struktur yang terbaik selama ini. Dan untuk tingkat selanjutnya dari perjalanan seorang manusia untuk mencari tahu peralatan yang dapat membuka mereka dari struktur yang tidak terlihat menjadi terlihat.

READ MORE - THE GRAIN IN THE STONE